Oleh: Kevin Chandra Wijaya
“ANDAIKAN PESAWAT INI JATUH”
Andaikan Pesawat ini Jatuh
Mungkin, namamu yang pertama kusebut
Bukan, tentu bukan karena kau meminta
Tapi karena sejak awal
Hatiku tidak punya pilihan lain
Di atas ketinggian aku tersadar
Bahwa Cintaku berjalan sendirian
Bagaikan segala do’a yang kupanjatkan
Tanpa pernah dirimu aminkan
Andaikan Pesawat ini Jatuh
Aku takkan menyesal pernah Mencintaimu
Yang kusesali hanya satu
Meratapi perasaanku yang liku
Engkau terduduk di barisan hidupmu seorang
Sedangkan aku duduk di harapan yang kepalang
Kutunggu turbulensi reda
Nyatanya jalan kita berbeda
Hendaklah pesawat ini jatuh sekarang?
Aku ingin mati sebagai seseorang
Yang pernah mencintai sepenuhnya
Meski tak mendapat balasannya
Mungkinkah pesawat ini selamat?
Bawakanku dengan tersirat
Tidaklah segala genggaman penuh dengan niat
Ditakdirkan kembali dengan tepat