MaN4MWBcLWt6MGFbMqR6MGV8MTcsynIkynwdxn1c
Plastik Memudahkan atau Merugikan?

Plastik Memudahkan atau Merugikan?

 

Sumber: dokumentasi Broadcaster Awards #18

Sering kita jumpai berbagai bentuk ajakan tentang mengurangi sampah plastik. Seperti yang kita semua tahu sampah plastik merupakan sampah sekali pakai yang sulit terurai sehingga memberikan banyak efek negatif pada kesehatan diri sendiri dan alam sekitar. Berdasarkan berbagai proyeksi, sebagian besar TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Indonesia diperkirakan overcapacity pada tahun 2028, bahkan sekarang sudah ada beberapa TPA yang overcapacity. Pada tahun 2025 Sistem Informasi Pengelola Sampah Nasional (SIPSN) mencatat ada 31 juta ton timbunan sampah nasional tahunan, dan 20,52% -nya adalah sampah plastik. Dari timbunan sampah nasional yang tercatat masih ada 75% sampah yang belum terkelola akibat sulitnya penguraian dari sampah tersebut.

Sebenarnya, kenapa ya sampah plastik diciptakan? Jika kita tarik mundur, plastik diciptakan pada tahun 1869 oleh John Wesley Hyatt untuk pengganti gading dalam pembuatan bola biliar. Melihat potensi yang tinggi, plastik akhirnya digunakan untuk mencegah kekhawatiran pada penggunaan kantong belanja kertas yang dapat menghabisi pohon. Menarik ya IKOMERS, ternyata hal yang membuat kita kewalahan sebenarnya adalah solusi paling efektif untuk menyelesaikan masalah, tapi kenapa bagaimana bisa gitu ya? Memangnya John tidak terpikir efek jangka panjangnya?

Faktanya IKOMERS, plastik yang ringan, mudah dilipat, elastis dan tahan lama supaya bisa digunakan berkali-kali, bukan sekali pakai seperti yang sering dilakukan zaman sekarang. Jadi sebenarnya yang salah plastiknya atau pemaknaannya ya? Itu kembali pada perspektif masing-masing ya.

IKOMERS mengesampingkan pemaknaan yang berbeda, di zaman sekarang plastik sudah sangat mengkhawatirkan dan kita sudah punya banyak alternatif lain untuk menerapkan zero-waste demi keberlangsungan hidup bumi kita. Kantong belanja plastik dan kertas bisa diganti dengan totebag kain dan parasut, kemasan botol dan wadah plastik bisa diganti dengan tumbler dan wadah bekal. Yuk selamatkan bumi kita demi kehidupan lebih baik tanpa menyakiti makhluk lain.


2 komentar

  1. Anonim
    Anonim 26 Juli, 2026 13:32

    🤩🤩🤩

  2. Anonim
    Anonim 26 Juli, 2026 13:36

    good

Request Dimari Yuk!!!