Suasana Kegiatan Global Village Summer Peak 2026 (Sumber : Tim dokumentasi AIESEC UPN Veteran Yogyakarta)
YOGYAKARTA - AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta sukses menyelenggarakan Global Village Summer Peak 2026 pada Minggu, 2 Agustus 2026 di Lippo Plaza Yogyakarta. Mengangkat semangat pertukaran budaya dan kolaborasi global, acara ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal berbagai budaya dunia secara lebih dekat melalui interaksi langsung dengan peserta internasional dari berbagai negara.
Open gate dibuka pada pukul 12.30 WIB dan pengunjung mulai berdatangan secara bergantian. Saat melakukan registrasi, setiap pengunjung menerima sebuah passport yang digunakan sebagai tiket sekaligus media untuk mengikuti perjalanan mengelilingi Global Village. Passport tersebut dapat digunakan untuk mengunjungi berbagai country booth, mengikuti aktivitas interaktif, serta mengumpulkan cap dari setiap negara yang dikunjungi.
Rangkaian acara dibuka dengan penampilan dari Sanggar Kinanti Sekar yang membawakan Tari Gedruk Krincing. Penampilan tersebut langsung menarik perhatian para pengunjung dan membangun suasana yang meriah sejak awal acara. Antusiasme penonton terlihat dari tepuk tangan yang mengiringi setiap bagian pertunjukan.
Setelah penampilan pembuka, acara dilanjutkan dengan Opening Ceremony yang dipandu oleh Marco dan Lady Aruna selaku Master of Ceremony. Sambutan pertama disampaikan oleh Bagas sebagai Organizing Committee President Global Village Summer Peak 2026, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengunjung karena telah hadir dan menjadi bagian dari acara ini.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ibu Rukmo, selaku Board of Advisor AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Global Village merupakan ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal, belajar, dan membangun pemahaman terhadap keberagaman melalui pengalaman yang dapat dirasakan secara langsung.
"Global Village bukan hanya tentang memperkenalkan budaya dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun rasa saling menghargai. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tempat bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, dan melihat keberagaman sebagai kekuatan," ujar Ibu Rukmo.
Sebagai simbol dimulainya rangkaian acara, Ibu Rukmo secara resmi membuka Global Village Summer Peak 2026 melalui prosesi pemukulan gong sebanyak tiga kali yang disambut meriah oleh seluruh pengunjung.
Acara kemudian berlanjut dengan sesi Project Report yang memperkenalkan perjalanan program Incoming Global Volunteer (iGV) kepada para pengunjung. Pada sesi ini, Rasyid menjelaskan mengenai proyek On The Map beserta tujuan dan dampak yang ingin diwujudkan melalui program tersebut. Selanjutnya, Shakira membagikan pengalaman dari sisi Local Volunteer, mulai dari proses kolaborasi bersama peserta internasional hingga peran relawan lokal selama pelaksanaan proyek.
Di sela-sela rangkaian tersebut, pengunjung juga disuguhkan EP Parade, di mana para External Participant memperkenalkan diri sekaligus menyapa para pengunjung yang hadir. Suasana semakin hangat ketika masing-masing delegasi memperkenalkan negara asal mereka dengan penuh antusias.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Global Volunteer (GV) Experience yang menghadirkan Rangga, alumni Global Volunteer di Thailand. Melalui sesi ini, Rangga membagikan pengalamannya selama mengikuti program volunteer internasional serta menceritakan bagaimana pengalaman tersebut membantunya memahami budaya baru, memperluas sudut pandang, dan membangun relasi dengan masyarakat dari berbagai negara.
Kemeriahan acara berlanjut melalui International Performance yang dibawakan oleh Sam, External Participant asal India. Penampilan yang dibawakannya mendapat sambutan hangat dari para pengunjung dan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam rangkaian acara.
Usai tampil, Sam mengungkapkan kesannya selama berada di Indonesia. "I love Indonesian people. Everyone has been so kind, welcoming, and supportive. I'm really happy to be here and share a part of my culture with everyone," ungkapnya.
Selain menikmati pertunjukan di atas panggung, pengunjung juga berkesempatan mengunjungi Live Country Booth dan Collaboration Space. Empat negara, yaitu India, Turki, Singapura, dan Myanmar, menghadirkan booth yang memperkenalkan budaya, makanan khas, hingga kehidupan sehari-hari di negara masing-masing. Pengunjung bebas berinteraksi secara langsung dengan para delegasi, mencicipi makanan khas, serta mengumpulkan cap pada passport yang telah mereka bawa sejak registrasi.
Selain country booth, tersedia pula Local Volunteer Booth dan Global Volunteer Booth yang memperkenalkan berbagai kesempatan pengembangan diri melalui program-program AIESEC. Sementara itu, Collaboration Space menghadirkan beragam aktivitas interaktif seperti permainan Kahoot, permainan tradisional anak, dan berbagai permainan lainnya yang dapat diikuti oleh seluruh pengunjung bersama peserta internasional.
Memasuki penghujung acara, panggung kembali dimeriahkan melalui International Performance dari delegasi Turki dan Myanmar yang menampilkan budaya khas dari negara masing-masing. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan tari tradisional dari Kampung Wisata Purwokinanti, yang turut memperkenalkan kekayaan budaya lokal Yogyakarta dan menjadi penutup rangkaian pertunjukan budaya pada Global Village Summer Peak 2026.
Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara, panitia juga menggelar sesi Reward and Recognition (RnR). Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Kampung Wisata Purwokinanti dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama panitia, peserta internasional, relawan, mitra, serta seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari Global Village Summer Peak 2026.
Melalui penyelenggaraan Global Village Summer Peak 2026, AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta kembali menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal budaya dari berbagai belahan dunia secara lebih dekat. Tidak hanya melalui pertunjukan budaya, tetapi juga melalui interaksi langsung yang membuka kesempatan bagi masyarakat dan peserta internasional untuk saling bertukar cerita, pengalaman, dan perspektif mengenai keberagaman.
Penulis: Athaya Nuraini