Sumber
: https://wspartners.bbc.com/episode/w3ct36fj
Oleh : Jati Marmora Patra Wangid
Sejarah
sering kali ditulis oleh mereka yang menang, namun di Atatürk Stadium pada Mei
2005, sejarah ditulis oleh mereka yang menolak untuk menyerah. Di malam itu Istanbul
bukan hanya sekedar sasksi bisu, namun menjadi sebuah panggung penentu siapa
yang akan menjadi yang terbaik di tahun itu dalam sepak bola. AC Milan datang saat
itu bukan membawa pemain, namun seperti membawa dewa- dewa yang turun dari
langit, ada Crespo, Kaka, Maldini, Nesta yang saat itu bnerada di puncak
performanya. Saat babak pertama usai, papan skor menunjukkan angka 3-0 untuk
keunggulan AC Milan. Bagi logika, pertandingan telah berakhir. Liverpool,
dengan segala keterbatasannya, tampak seperti kurcaci yang hancur di hadapan
raksasa Italia yang bermain begitu elegan dan tanpa cela.
Namun,
keajaiban tidak datang dari ruang hampa, namun ia lahir dari gemuruh nyanyian You’ll
Never Walk Alone yang bergema di tribun, sebuah janji setia dari para
pendukung yang tetap bertahan meski harapan terlihat mustahil. Di ruang ganti,
Steven Gerrard dan rekan-rekannya menyusun kembali sisa-sisa harga diri. Yang
terjadi selanjutnya adalah enam menit yang meruntuhkan logika. Tiga gol
tercipta secepat kedipan mata, mengubah kesunyian menjadi euforia, dan mengubah
kepastian menjadi keraguan yang mencekam di wajah para pemain Milan.
Puncaknya
bukan hanya tentang bola yang bersarang di gawang, melainkan tentang
penyelamatan mustahil Jerzy Dudek dan ketenangan di titik putih yang menutup
malam dengan air mata bahagia. "Miracle of Istanbul" adalah sebuah
pengingat abadi bagi siapa pun yang sedang berjuang: bahwa seburuk apa pun
babak pertama dalam hidupmu, skor akhir belum ditentukan. Selama peluit panjang
belum ditiup oleh takdir, mukjizat selalu memiliki celah untuk masuk dan
mengubah kekalahan menjadi sebuah legenda yang diceritakan turun-temurun.
Dari sini
semua orang tau bahwa dalam sepak bola bukan angka skor yang menjadi akhir, sepak
bola bukanlah matematika, namun dalam sepak bola perjuanagan dan menolak kekalahan
bisa mengukir sejarah.
