YOGYAKARTA, IKOM RADIO – Komunitas film mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Cinema Komunikasi (CIKO), sukses menyelenggarakan agenda tahunan mereka, Movie Culture Vol. 2. Bertempat di Resto Kalibayem pada Jumat, 6 Maret 2026, acara ini menjadi ruang dialektika bagi para pencinta film untuk membedah sinema dari sudut pandang identitas budaya.
Mengangkat Identitas "Nilai Ketimuran"
Tahun ini, Movie Culture Vol. 2 mengusung tema besar "Nilai Ketimuran". Pemilihan tema ini didasari oleh kegelisahan terhadap derasnya arus budaya populer yang mulai mengikis akar tradisi dan etika kesopanan yang menjadi ciri khas masyarakat Timur, khususnya di Indonesia.
Acara ini tidak hanya sekadar pemutaran film, tetapi juga menjadi wadah diskusi mendalam tentang bagaimana film-film lokal mampu merepresentasikan nilai-nilai seperti gotong royong, religiositas, dan tata krama dalam bingkai sinematografi modern.
Kegiatan dimulai pada sore hari dan dihadiri oleh anggota CIKO serta mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY yang antusias terhadap isu kebudayaan. Beberapa agenda utama meliputi Menampilkan karya-karya yang kuat dalam penokohan dan latar belakang budaya lokal lalu dilanjutkan diskusi dimana Menghadirkan pembuat film untuk membahas urgensi menjaga orisinalitas cerita berbasis kearifan lokal.
"Kami ingin melalui film ini, meng arsipkan suasana maupun budaya yang kemungkinan beberapa tahun mendatang akan hilan tergerus zaman", ujar salah satu sutradara dari film yang ditampilkan.
Dengan suksesnya penyelenggaraan jilid kedua ini, CIKO UMY berkomitmen untuk terus menjadikan Movie Culture sebagai agenda rutin yang tidak hanya mengedukasi secara teknis, tetapi juga memperkaya wawasan kultural para anggotanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus memproduksi karya-karya yang tetap menjunjung tinggi identitas bangsa di tengah persaingan industri kreatif global. (ALH)