MaN4MWBcLWt6MGFbMqR6MGV8MTcsynIkynwdxn1c
TRADISI SETIAP TAHUN MENJELANG LEBARAN

TRADISI SETIAP TAHUN MENJELANG LEBARAN

 


Sumber: ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Karya: Irine Regatta Putri Maharani


Mudik merupakan tradisi saat lebaran, memiliki makna pulang ke kampung halaman ketika menjelang Idul Fitri. Pelaksanaan mudik bertujuan untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Mudik berasal dari kata ‘udik’ yang memiliki arti ‘pulang kampung’. Kemudian ditambah awalan ‘m’ sehingga menjadi ‘mudik’ yang berarti ‘pulang kampung’.


Pada zaman Kerajaan Majapahit, ada seorang petani yang berkelana menjadikan mudik sebagai tradisi kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama saudara. Selain itu, para petani membersihkan makam leluhur dalam rangka meminta permohonanan keselamatan dan mencari rezeki di perantauan.


Saat itu, mudik tidak memiliki keterkaitan dengan perayaan Idul Fitri. Sekitar tahun 1970-an istilah mudik dikaitkan dengan lebaran. Perantau yang berada di Kota Jakarta memanfaatkan cuit panjang untuk kembali ke kampung halaman. Mudik telah menjadi tradisi bagi seseorang yang merantau di kota orang lain untuk pulang ke kampung halaman merayakan Idul Fitri. 


Pelaksanaan mudik biasanya ditandai dengan arus lalu lintas yang padat baik jalur darat, udara, maupun laut. Pelaksanaan mudik menjadi salah satu bentuk menghormati orang tua dan keluarga besar di kampung halaman. Mudik juga merupakan bentuk syukur atas kesehatan dan keselamatan yang telah diberikan.


Selain kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, mudik lebaran memiliki  nilai - nilai yakni kekerabatan, sosial, dan spiritual. Nilai tersebut dapat dihayati dan dirasakan oleh pemudik. Perlu diketahui tradisi mudik lebaran sangat jarang ditemukan di negara lain selain Indonesia, mudik menjadi ciri khas menjelang Idul Fitri masyarakat Indonesia.

Komentar

Request Dimari Yuk!!!