MaN4MWBcLWt6MGFbMqR6MGV8MTcsynIkynwdxn1c
Langit Jingga Kala Dunia Sedang Bertahan

Langit Jingga Kala Dunia Sedang Bertahan

 


Oleh : Kevin Chandra Wijaya 

Langit sore menyisir rambut kota dengan sisa warna merah

Menyentuh lembut tajamnya menara-menara kaca yang lengah

Di bawahnya, nadi metropolis berdenyut kencang dengan susah payah 

Antara deru mesin dan aspal hitam yang tak pernah lelah

 

Menara-menara ini seperti saksi bisu yang membeku

 Mencakar langit, mengukur jarak antara ambisi dan debu

Sore ini, beton-beton itu tampak sedikit linu

Tunduk pada gradasi jingga yang merambat pelan dan syahdu

 

Jalan raya, barisan lampu, adalah doa yang mengantre

Bus-bus melaju, mengangkut lelah yang makin sore

 Ribuan pasang mata menatap arloji, menghitung detik setiap episode

 Mencari kedamaian di balik kaca jendela yang mulai berembun sore

 

Ada haus yang tertahan di balik kerah kemeja yang rapi

Ada lapar yang disembunyikan di balik gedung tinggi nan sepi

Di kota ini, Bulan suci bukan sekadar menahan diri

Ia adalah tentang menemukan "rumah" di tengah bisingnya hari

 

Trotoar menjadi saksi langkah-langkah kaki yang melambat

 Walaupun pada nyatanya dunia berputar begitu cepat 

Setiap bunyi yang bersahutan adalah rindu yang berkarat

Menuju meja makan sederhana, tempat syukur akan mendarat

 

Di sepertiga senja ini, keangkuhan kota runtuh perlahan

 Tersungkur di hadapan ketenangan yang tak butuh kemewahan

Sujud gedung-gedung pada langit beri ketaatan

Saat dunia yang megah, akhirnya menyerah pada panggilan Tuhan

3 komentar

  1. Anonim
    Anonim 14 Maret, 2026 18:49

    Ituloh vin

  2. Anonim
    Anonim 14 Maret, 2026 18:51

    tulisannya bagus!

  3. Anonim
    Anonim 14 Maret, 2026 18:51

    wiw

Request Dimari Yuk!!!