Karya: Irine Regata Putri
Pada tanggal 18 April 2026 kami ber-6 memutuskan mencoba experience baru, yaitu naik Bukit. Ide tersebut tercetus oleh salah satu dari kami, dia adalah Zura. Entah pikiran darimana dia sampai terlintas mengajak kami untuk pergi menanjak Bukit, kami ber-6 terdiri dari Zura, Rere, Zara, Kya, Dina, dan saya sendiri Irine. Bukit Pengilon menjadi pilihan kami untuk mencoba pengalaman baru, kecuali Zura yang sudah pernah naik Gunung Prau dan naik beberapa Bukit sebelumnya.
Rencana tersebut terbilang dadakan karena Zura
mengajak kami pada hari Kamis tanggal 16 April, dan Sabtu tanggal 18 April nya
kita langsung jalan. Tidak ada persiapan sama sekali dari fisik, mental, dan yang lainnya karena ini dadakan.
Walaupun begitu kami ber-6 sangat menikmati perjalanannya, memang sulit tapi
kalau di jalanin bareng - bareng pasti tidak akan berasa cape nya.
Bukit Pengilon terletak di kawasan pesisir Kecamatan Tepus/Girisubo, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Kami menempuh perjalanan dari UMY menuju Bukit Pengilon memakan waktu 2 jam, berangkat jam 5 pagi sampai di pantai Siung sekitar jam 7 pagi untuk memarkirkan motor sebelum kami mulai menanjak. Memang Bukit ini hanya berketinggian 100-200 meter di atas permukaan laut saja, tetapi untuk pemula seperti kami ini sangat melelahkan dan apalagi dengan treknya lumayan curam untuk kita yang baru mencoba naik bukit.
Selama perjalanan menanjak kami penuh canda dan tawa, sehingga itu juga mempengaruhi kami jadi cepat lelah dan banyak berhentinya. Nafas kami sudah tersenggal-senggal saking berat treck yang di tempuh, tetapi anehnya kami masih tertawa padahal sudah sama-sama engap banget. Diantara kami ber-6 Irine lah yang paling suka ngevlog mengabadikan momen yang terjadi pada saat itu, sampai Irine beberapa kali tertinggal oleh rombongan. Meskipun begitu, jadi banyak momen lucu dari kami yang tertangkap kamera bukan hanya keindahan alam nya saja.
Ada satu momen yang dimana salah satu dari kami mengalami sebuah kejadian lucu tapi juga bikin jantung copot seketika, dia adalah Dina. Waktu itu Dina sedang ngevlog dengan tripot dan hp nya, tidak lama Zara mengambil alih hp Dina untuk ngevlog dan posisi Dina sudah ada di belakang Zara, kebetulan saat itu kami sedang berada di treck jalan setapak dan sampingnya langsung jurang. Karena Dina tidak fokus dan banyak gerakan tambahan selama berjalan, akhinya Dina tergelincir dan hampir terperosok ke jurang.
Walaupun saat melihat kejadian tadi kami sempat kaget dan panik, tetapi akhirnya kami menertawakan kejadian tersebut bersama sampai tidak mau berhenti saking ngakak nya. Bahkan kami ada sekitar 5 menit hanya menertawakan kejadian itu tanpa henti, sudah sampai puncak pun kami masih tertawa dan selalu bahas kejadian Dina yang hampir terperosok jurang. Kejadian ini merupakan momen yang tidak akan pernah di lupakan oleh kami dan akan kami ceritakan terus untuk teman-teman yang lain.
Setelah sampai puncak kami mengistirahatkan diri terlebih
dahulu sebelum mulai perjalanan turun ke bawah. Sambil menikmati pemandangan
laut lepas yang menyejukkan hati, tidak lupa ditemani oleh snack yang kami bawa
masing-masing dari rumah. Setelah rehat kami saling mengabadikan momen indah
di puncak Bukit Pengilon, banyak sekali gambar dan video yang kami abadikan
di sana. Setelah puas kami turun dengan perasaan senang namun lelah, selama
perjalanan pun kami hanya terdiam satu sama lain berbeda dengan pas kami
menanjak. Sampainya di bawah kami langsung tertidur di sebuah tempat makan yang
berada di pesisir pantai Siung.