MaN4MWBcLWt6MGFbMqR6MGV8MTcsynIkynwdxn1c
MOVIE CULTURE VOL 4 "PRODUKSI MANDIRI" HADIRKAN DUA FILM PENDEK KARYA MAHASISWA CINEMA KOMUNIKASI UMY

MOVIE CULTURE VOL 4 "PRODUKSI MANDIRI" HADIRKAN DUA FILM PENDEK KARYA MAHASISWA CINEMA KOMUNIKASI UMY



1:30 AM

( Sumber : Fara Keyla )


YOGYAKARTA — Cinema Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar ajang apresiasi sinema bertajuk Movie Culture Vol. 4 dengan program bertema "Produksi Mandiri". Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, pukul 18.00 - 21.00 WIB, bertempat di JNM Bloc Yogyakarta, dan menjadi ruang bagi karya-karya film pendek mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 untuk berkembang, bersuara, serta dikenal publik secara lebih luas.

Dalam program screening kali ini, dua film pendek ditampilkan di hadapan penonton, yakni Antara dan Cadar Jati. Keduanya lahir dari tangan para sineas muda Cinema Komunikasi UMY yang berani mengangkat tema-tema dekat dengan realita kehidupan.

Antara: Ketika Prinsip Berbenturan dengan Keluarga

Film pertama berjudul Antara, diproduseri oleh Ahmad Hibban. Film ini berkisah tentang Satria, seorang calon ayah yang bersemangat mempelajari tata cara azan yang sempurna demi menyambut kelahiran anak pertamanya. Di balik semangat tersebut, Satria justru terlibat ketegangan dengan sang ibu akibat perbedaan pandangan yang membuatnya enggan pulang ke rumah.

Di titik inilah Satria diuji untuk melihat kembali bagaimana prinsip pribadi seharusnya berjalan selaras dengan nilai kemanusiaan dan hubungan antarmanusia. Antara menyajikan konflik batin yang sederhana namun mengena, menghadirkan pertanyaan yang relevan bagi siapa pun yang pernah berdiri di antara keyakinan pribadi dan ikatan keluarga.

Cadar Jati: Teror di Balik Kabut Desa yang Tersembunyi

Film kedua, Cadar Jati, hadir dengan nuansa yang jauh berbeda. Disutradarai oleh Abed, diproduseri oleh Parmin, dan ditulis oleh Ika, film ini mengisahkan Fasuk dan Samsul dua YouTuber yang terobsesi menaikkan engagement yang menerima tantangan dari penonton untuk mengeksplorasi sebuah desa berkabut yang dikenal angker.

Penolakan keras dan sikap misterius warga setempat justru mendorong keduanya masuk melalui jalur hutan tersembunyi. Serangkaian teror gaib kemudian membuat Samsul menghilang dan Fasuk terjebak antara ketakutan dan realita yang semakin kabur. Ketika Fasuk memilih melanjutkan pencarian demi menemukan sahabatnya, ia justru mengungkap kenyataan yang sama sekali tidak terduga.

Cadar Jati berhasil membangun atmosfer mencekam yang terasa nyata sejak menit pertama. Hal ini terbukti dari respons penonton yang sangat positif film ini meraih rating 9/10, dengan banyak penonton mengaku dapat merasakan langsung atmosfer yang dibawa film tersebut ke dalam ruang screening.

Lebih dari Sekadar Pemutaran Film

Movie Culture Vol. 4 bukan sekadar ajang pemutaran karya. Lebih dari itu, program "Produksi Mandiri" ini hadir sebagai perayaan atas proses kreatif yang tumbuh di balik layar tentang proses belajar, keberanian berekspresi, dan pengalaman yang membentuk para sineas muda selama produksi berlangsung.

Kehadiran acara ini sekaligus menegaskan komitmen Cinema Komunikasi UMY dalam mewadahi ekspresi sinematik mahasiswa, serta mendorong generasi pembuat film muda untuk terus berkarya dengan berani, autentik, dan penuh makna. 

Komentar

Request Dimari Yuk!!!