Yogyakarta, IKOM RADIO - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Fisipol UMY) yang tergabung dalam Fismo sukses menyelenggarakan agenda peduli lingkungan bertajuk "Trash Challenge #8" pada 11 hingga 12 Juli 2026 lalu. Kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir pantai Pelangi Bantul ini difokuskan pada upaya pelestarian ekosistem laut secara komprehensif. Melalui inisiatif ini, para mahasiswa dan sukarelawan tidak hanya melakukan pembersihan area pantai secara umum, tetapi juga merespons isu-isu ekologis yang lebih spesifik untuk menahan laju degradasi lingkungan.
Kegiatan Ini diikuti Oleh kurang lebih 30 Sukarelawan yang tersaring dari seluruh Fakultas di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Fokus krusial dalam rangkaian kegiatan ini adalah aksi bersih pantai yang secara khusus menargetkan limbah mikroplastik. Berbeda dengan kegiatan bersih-bersih konvensional yang umumnya hanya menyasar sampah makro, para peserta dituntut bekerja ekstra teliti untuk menyaring serpihan plastik berukuran sangat kecil yang bercampur dengan pasir pantai. Pembersihan mikroplastik ini menjadi langkah mitigasi yang esensial, mengingat partikel tersebut sangat mudah tertelan oleh biota laut dan berpotensi merusak rantai makanan serta keseimbangan ekosistem laut dalam jangka panjang.
Sebagai langkah lanjutan dalam menjaga keanekaragaman hayati, Trash Challenge #8 juga diisi dengan agenda pelepasan tukik (anak penyu) ke laut lepas. Ratusan tukik tersebut dikembalikan ke habitat aslinya guna membantu pemulihan populasi penyu yang saat ini kian terancam akibat hilangnya area bertelur dan pencemaran laut. Momen pelepasan ini tidak sekadar menjadi aksi pelestarian fauna, melainkan juga sarana edukasi langsung bagi para peserta mengenai pentingnya melindungi spesies kunci demi menjaga keberlanjutan siklus kehidupan maritim.
Menutup rangkaian agenda pada hari kedua, para peserta melakukan penanaman bibit pandan laut di sepanjang garis sempadan pantai. Pemilihan vegetasi pandan laut dinilai sangat strategis karena karakteristik perakarannya yang kuat dan padat, sehingga efektif berfungsi sebagai sabuk hijau pelindung pantai dari ancaman abrasi dan terjangan gelombang tinggi. Melalui integrasi antara pembersihan mikroplastik, perlindungan satwa, dan mitigasi abrasi ini, Trash Challenge #8 diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis serta komitmen jangka panjang masyarakat terhadap kelestarian lingkungan pesisir. (ALH)