MaN4MWBcLWt6MGFbMqR6MGV8MTcsynIkynwdxn1c
Generasi Scroll Ketika Membaca Digantikan oleh Swipe

Generasi Scroll Ketika Membaca Digantikan oleh Swipe

 Karya: Fara Keysa Aqila 


Di era digital yang serba cepat ini, kebiasaan membaca masyarakat mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Generasi muda kini jauh lebih akrab dengan aktivitas menggulir layar atau yang sering disebut scroll ketimbang membuka lembaran buku. Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan yang tidak sederhana apakah minat baca memang benar-benar menurun, atau sebenarnya hanya berubah wujud?

Perkembangan teknologi dan menjamurnya platform media sosial telah mengubah cara Masyarakat khususnya kalangan muda dalam mengonsumsi informasi. Platform seperti TikTok, Instagram, dan X menawarkan konten yang singkat, cepat saji, dan kaya visual. Kondisi ini membuat aktivitas membaca teks panjang terasa semakin ditinggalkan.

Hal tersebut tergambar dari pengamatan di lingkungan mahasiswa. Banyak di antara mereka yang mengaku lebih sering mendapat informasi dari media sosial daripada dari buku atau artikel panjang. "Lebih praktis dan cepat dipahami," ujar seorang mahasiswa, menggambarkan alasan yang paling sering muncul di balik pergeseran ini.

Namun, kemudahan itu tidak hadir tanpa konsekuensi. Kebiasaan membaca yang dangkal berpotensi mengikis kemampuan berpikir kritis dan pemahaman yang mendalam. Informasi yang dikonsumsi secara kilat kerap tidak melalui proses verifikasi, sehingga pembaca menjadi lebih rentan terpapar hoaks dan misinformasi.

Di sisi lain, sejumlah kalangan justru memandang fenomena ini sebagai bentuk evolusi literasi. Membaca, dalam pandangan mereka, tidak lagi sebatas membolak-balik halaman buku, melainkan juga mencakup kemampuan memahami dan menafsirkan konten digital. Tantangan sesungguhnya terletak pada sejauh mana generasi muda mampu menyaring informasi secara kritis di tengah derasnya arus konten digital.

Fenomena "generasi scroll" sejatinya adalah cerminan dari perubahan zaman yang tidak bisa dibendung. Alih-alih memandangnya semata sebagai kemunduran minat baca, ada baiknya kita memahami bahwa literasi tengah bertransformasi mengikuti ritme zaman. Dalam konteks ini, peran dunia pendidikan dan kesadaran setiap individu menjadi faktor penentu agar kebiasaan membaca, dalam bentuk apa pun, tetap memberi manfaat yang berakar dan bermakna.

 

Komentar

Request Dimari Yuk!!!